Cerita Mesum 2016: Ketika Cinta Berselimut Duka


Cerita Mesum 2015 
Kumpulan Cerita Sek 2016,Cerita Sek Remaja,Cerita Sek Selingkuh,Cerita sek Pemerkosaan,Cerita Sek Pramugari,Cerita Sek Mesum 2016.-Cerita Mesum 2016
Selamat malam teman-teman pecinta cerita mesum 2015 sekalian. Tiada lain dan tiada bukan admin fotodewasa7.com kali ini akan mempersembahkan sebuah cerita mesum 2015 walau merupakan hasil copas, dengan judul “Ketika Cinta Berselimut Duka”. Cerita mesum terbaru 2015 ini merupakan salah satu cerita terbaik yang ada di blog ini, oleh karena itu sayang sekali rasanya jika anda melewatkannya. Berikut cerita mesum 2015 tersebut selengkapnya:

Cerita Mesum 2015: Ketika Cinta Berselimut Duka

Cinta? Apa itu cinta? Hanya sekedar kata-kata tanpa makna bagiku.
Aku pernah mengenal cinta. Pernah dipuaskan olehnya. Pernah pula disakitinya. Sekarang, aku mencoba berlari dari cinta.
Aku terlahir atas nama cinta. Tapi, mengapa aku terlahir menyandang status hina? Apakah cinta sepaham dengan hina? Ataukah memang cinta itu yang hina?
Mereka bercinta, bercinta, dan bercinta. Lalu mereka membenci, memaki, dan membunuh. Lalu, apa makna cinta?
Aku terlahir atas nama cinta. Tapi, sekarang aku sekarat karenanya. Cinta yang melahirkanku, cinta yang membunuhku. Cinta yang sama, cinta yang palsu.
Masihkah aku dapat selamat? Akankah cinta datang kembali? Untuk mengambil nafas terakhirku? Atau untuk menyembuhkanku?
Yang aku tahu, ternyata aku tak pernah berhenti mencintai cinta.
-Jessica-
31 Desember 2014
April 1983
“Pelacur! Perempuan sundal! Keluar kau dari rumahku!” terengah-engah nafas Pak Kusman. Dengan wajah merah padam, dia tetap mencoba mendekati Maryam, mencoba memukulnya dengan ikat pinggang bermata besi yang sudah siap di tangannya.
“Sudah, Pak, ampuni Maryam,” mohon Bu Kusman kepada suaminya sambil memegangi tangannya.
Dilihat olehnya Maryam yang masih berlutut dan menundukkan kepala. Dengan kesal, dihempaskan sabuknya ke lantai, lalu dia duduk di kursi.
“Kesempatan terakhir, Maryam, siapa yang menghamilimu?” bisik Pak Kusman, menahan amarah yang semakin memuncak.
Maryam menggeleng pelan, lalu beranjak berdiri. Ditatapnya wajah Pak Kusman, wajah renta yang terlihat begitu lelah. Tak terasa, setitik air mata jatuh mengalir di pipi Maryam.
“Maafkan Maryam, Ayah. Ijinkan aku membereskan sedikit barangku, lalu aku akan pergi.”
“Tidak!” teriak Bu Kusman, seraya terburu berdiri dan langsung memeluk Maryam. “Jangan pergi, Nak, kasihani ibumu ini.” Mohon Bu Kusman.
Mata Pak Kusman mengikuti langkah kedua wanita yang paling dicintainya di dunia ini, perlahan menuju ke kamar Maryam.
“Bu, dengarkan aku. Biarkan aku pergi malam ini, aku akan menginap di rumah Wati. Nanti kalau Ayah sudah tenang baru kita bicarakan bagaimana baiknya urusan ini.” Maryam berkata kepada Bu Kusman, membeberkan rencananya.
Air mata Bu Kusman sudah berhenti, merasa sedikit tenang mendengar ucapan Maryam. “Baiklah, Nak. Baik-baik yah di rumah Wati. Nanti ibu mencoba membujuk ayahmu. Semoga hatinya bisa cepat luluh.”
Maryam memaksakan senyum demi menenangkan hati ibunya. “Iya, Bu. Ibu jangan banyak pikiran yah, nanti malah sakit.” Sahut Maryam seraya memeluk ibunya.
Dengan membawa beberapa potong pakaian dan sedikit keperluan lainnya, Maryam beranjak keluar rumah. Dipeluknya sekali lagi Bu Kusman sesaat sebelum meninggalkan perkarangan rumah, diikuti tatapan nanar sang ibu.
Itulah terakhir kali kedua orang tuanya melihat Maryam. Dia tidak menginap di rumah Wati, tidak juga terdengar kabar beritanya. Maryam menghilang, hingga ajal menjemput kedua orang tuanya.
*****
Januari 2007
“Aaahhh….. enak, Yank.” Jessica merintih merasa nikmat, saat puting payudaranya dihisap oleh Adam. Mendapat respon kenikmatan dari Jessica Adam semakin kuat menghisap puting payudara Jessica. Hal ini membuat Jessica semakin kelojotan menahan nikmat. Dan rintihannya menjadi semakin kuat. “Aaaahhhhh….. enak…….”
Jessica sudah setengah telanjang, terbaring di ranjang dengan Adam di atasnya yang sudah bugil dengan penis tegak sempurna. Baju dan bra Jessica sudah hilang entah kemana. Roknya pun sudah tersingkap, memperlihatkan paha mulus dan celana dalam mini berwarna merah.
Perlahan, dengan tetap sambil menghisap payudara Jessica, tangan Adam meraba paha Jessica. Dan terus naik menuju ke pusat kenikmatan. Jessica pun semakin melebarkan kakinya, memberikan akses seluas-luasnya kepada Adam. Dan saat tangan Adam menyentuh vagina Jessica, desahan Jessica pun semakin menjadi-jadi.
Adam hanya mengelus-elus ringan vagina Jessica dari luar celana dalamnya. Dapat dirasakan olehnya kalau Jessica sudah sangat basah. Adam masih fokus menghisap payudara Jessica. Dengan ukuran 34B, Adam merasa payudara Jessica sangat pas. Bulat dan kenyal dengan puting kecil berwarna pink, membuat Adam merasa gemas untuk selalu meremas dan menghisapnya.
Desahan Jessica menjadi jeritan kecil saat tangan Adam mulai masuk ke dalam celana dalam Jessica dan memainkan klitorisnya. Sambil terus menghisap payudara Jessica kuat-kuat, tangan Adam intens mengelus dan menekan-nekan klitoris Jessica. Dan, hanya dalam hitungan menit, Jessica pun menjerit melepaskan orgasmenya.
“AAAAAhhhhhhhhh…… enak banget, Yank.” Jessica cepat meraih wajah Adam dan mencium bibirnya kuat-kuat seraya orgasme melanda dirinya.
Bibir Adam sampai terasa sakit, tapi tidak diperdulikan rasa sakitnya melainkan tangannya malah semakin keras menggosok klitoris Jessica. Sampai Jessica melepaskan ciumannya dan merebahkan dirinya ke ranjang.
“Enak, Yank?” tanya Adam, lalu mengeluarkan tangannya dari celana dalam Jessica. Terlihat tangannya basah oleh cairan vagina Jessica.
Jessica tersenyum, “enak banget.” Lalu mengambil tangan Adam yang basah dan menjilati jari-jari Adam dengan tatapan mata nakal.
Jilatan-jilatan Jessica berpindah ke leher Adam. Lalu ke kuping. “Aku sayang kamu, Yank,” bisik Jessica.
Jilatan Jessica kembali ke leher Adam, membuat Adam mendesah keenakan. “Aaahhhh…. Yank, enak banget jilatan kamu.”
Lalu perlahan lidah Jessica turun menuju ke puting susu Adam. Dijilat-jilat puting susu Adam sambil sesekali digigit kecil. Lalu lidah Jessica semakin turun menelusuri tubuh Adam. Saat lidah Jessica menari-nari di sekitar penis Adam lalu menjilati pelir Adam, Adam serasa mau meledak menahan rangsangan yang diberikan oleh Jessica. Tapi, tangan Adam ditepis dengan halus oleh Jessica saat dia berusaha meraih kepala Jessica.
Dengan gerakan cepat, Jessica melahap penis Adam dan menghisapnya kuat-kuat. “AAAahhhhhh…..” Adam menjerit saat penisnya meraih ejakulasi dan memuntahkan banyak sperma ke mulut Jessica. Jessica tetap menghisap dengan kuat dan menelan tetes demi tetes sperma yang keluar, tidak menyisakan setetespun juga.
Jessica tetap menghisap-hisap penis Adam sampai Adam merasa ngilu dan menarik Jessica ke dalam pelukannya. “Ngilu, Yaaaannnkkkk……” protes Adam sambil tertawa.
Jessica ikut tertawa dan dengan manja merapatkan dirinya ke dalam pelukan Adam. Mereka bercanda mesra selama setengah jam, sampai penis Adam kembali menegang.
“Yank, isepin dong,” pinta Adam ke Jessica.
“Ih, ganjen deh kamu, masa udah ngaceng lagi aja?” sahut Jessica manja.
“Hahaha… iyalah, dipepet sama toket montok gini, gimana ga mau cepat ngaceng coba?” jawab Adam sambil jahil mencubit puting susu Jessica.
“Auh…” jerit Jessica genit, lalu meraih penis Adam dan langsung memasukan ke mulutnya.
“Aahh….” desah Adam keenakan.
Lima menit kemudian Adam melepaskan penisnya dari mulut Jessica, lalu membuka rok Jessica sekaligus celana dalamnya. Sekarang mereka berdua sudah bugil. Adam berbaring dan mengarahkan vagina Jessica ke mulutnya. Jessica mengerti apa keinginan Adam. Dia lalu menaiki tubuh Adam dan meraih penisnya, langsung dihisap penis yang sudah tegak sempurna itu. Sementara vagina Jessica menjadi santapan lezat untuk Adam.
Lima belas menit mereka berada dalam posisi 69, sampai akhirnya Jessica meraih orgasme. “AAAAahhhhh…. Yank…. enak!” jerit Jessica.
Adam membiarkan Jessica sejenak menikmati orgasmenya. Lalu dibaringkannya Jessica, dikangkangkannya kaki Jessica, dan mulai memposisikan penisnya di depan vagina Jessica. Ditatapnya mata Jessica, seolah meminta persetujuan untuk melakukan penetrasi, sambil digosok-gosokan penisnya di vagina Jessica.
“Jangan dulu yah, Yank. Kita simpan buat malam pengantin kita nanti.” Kata Jessica, yang sudah ratusan kali didengar oleh Adam. Penolakan Jessica untuk menyerahkan keperawanannya kepada Adam, menunggu setelah mereka resmi menikah.
Tapi tatapan mata Jessica tidak bisa berbohong, terlihat cinta disana. Dan, Adam pun tahu betapa Jessica mencintainya. Pada saat seperti ini, Adam kembali tidak berdaya.
“Isepin aja yah, sampe keluar?” pinta Adam.
“Iya, Sayang,” sahut Jessica.
Adam berbaring di samping Jessica. Lalu Jessica mulai meraih penis Adam. Dielus-elus sebentar dan dimasukan ke mulutnya. Tak perlu waktu lama. Teknik oral dan deep throat Jessica bisa selalu membuat Adam ejakulasi dalam waktu kurang dari lima menit.
“Uugh…. Aaahhh…..” Adam menyemprotkan spermanya, yang meski tak sebanyak sebelumnya, tapi cukup untuk memenuhi mulut Jessica. Dibersihkannya penis Adam sampai tak setetes sperma pun tersisa, semua ditelan oleh Jessica.
“Terima kasih yah, Sayang, udah mau ngertiin perasaan aku. Aku sayang banget sama kamu.” Bisik Jessica seraya memeluk Adam dengan erat.
“Iya, Sayang. Aku juga sayang banget sama kamu.” Sahut Adam sambil balas memeluk Jessica dengan erat.
Dan, sekali lagi kamar kos-an mewah di tengah pusat ibu kota itu menjadi saksi bisu cinta kedua insan yang tengah di mabuk cinta.
Terlihat ranjang yang sudah acak-acakan. Laptop di atas meja, memutarkan lagu rock, yang sebenarnya hanya bertujuan untuk menyamarkan desahan seksual mereka. Dan, tirai jendela yang tidak tertutup sempurna. Di seberang sana, terlihat seorang pria memegang kamera, tersenyum puas dengan hasil foto-fotonya yang berhasil mengabadikan pergumulan antara Adam dan Jessica.
*****
“Sialan! Bangsat! Bajingan!” terlihat Pak Kusuma marah-marah, memaki-maki kepada angin, di ruangan kantornya yang mewah. Terlihat juga lelaki yang mengambil gambar antara Adam dan Jessica sedang duduk santai di sofa.
“Tenang, Boss. Ada juga rekaman suara mereka. Dan, sepertinya putri Boss masih perawan.” Kata lelaki tersebut mencoba menenangkan Pak Kusuma.
“Anjing! Gua ga perduli tuh perek masih perawan apa ga. Gua ga mau dia pacaran sama orang kampung miskin itu! Perlu di kasih pelajaran nih tuh perek, biar nurut!” sahut Pak Kusuma masih marah.
“Yah udah, nih bayaran lu.” Sambung Pak Kusuma seraya melemparkan amplop coklat ke atas meja.
“Oke, Boss. Kalau ada perlu lagi, telepon saya saja.” Sahut lelaki tersebut. Lalu lelaki tersebut berdiri, mengambil amplop, dan berjalan keluar ruangan.
Pak Kusuma mengambil Hp dari kantong celana, lalu menghubungi seseorang.
“Steve, ke kantor saya sekarang.” Kata Pak Kusuma begitu ada yang mengangkat teleponnya di seberang sana. Dan, tanpa menunggu jawaban dari orang tersebut, langsung dimatikannya telepon tersebut.
Sejam kemudian Steve sudah duduk manis di hadapan Pak Kusuma.
*****
Februari 2007
Jessica menangis di dada Adam. Adam hanya bisa mengelus kepala Jessica, tanpa bisa menemukan kata-kata penghiburan. Selama enam tahun pacaran, Jessica jarang sekali menangis. Dia tidak seperti perempuan lain. Jalan hidupnya yang sulit dan keras telah mendidiknya menjadi wanita yang tegar.
“Sudah, Yank, nanti kita cari jalan keluarnya yah.” Akhirnya Adam bisa membuka mulutnya dan membujuk Jessica.
Tapi, Jessica tetap menangis. Kembali teringat olehnya tadi siang sewaktu dia dipanggil ke dalam ruangan ayahnya. Ayah tiri sebenarnya. Ayah kandungnya meninggalkan ibunya saat sedang mengandung dirinya. Lalu ibunya menikah kembali saat dia berumur tujuh tahun. Ayah tirinya memperlakukan mereka berdua dengan sangat baik. Bahkan saat ibunya tidak dapat memberikan keturunan untuk ayah tirinya.
Tadi siang ayah tirinya memanggil dirinya. Memperlihatkan foto-foto saat dirinya sedang bermesraan dengan Adam. Dan, bukan hanya bermesraan biasa, tapi terlihat mereka berdua sedang bugil dan menjilati serta menghisap kelamin masing-masing. Foto-foto yang begitu intim antara Adam dan dirinya.
Ayah tirinya murka kepadanya. Dan diapun tidak dapat mengeluarkan kata-kata untuk membela diri. Jessica menerima semua kemarahan ayahnya. Tetapi, air mata mulai mengalir di pipinya saat ayahnya memberikan perintah untuk memutuskan Adam. Atau ayahnya mengancam akan meninggalkan ibu dan dirinya.
Ayahnya memang sudah tidak menyukai Adam dari saat pertama kali bertemu. Bagi ayahnya, Adam tidak cukup baik untuknya. Hanya karena Adam berasal dari kalangan kurang mampu.
Jessica mengangkat wajahnya dan melihat ke Adam. Ditatapnya Adam tepat di matanya. Dia dapat melihat betapa Adam mencintainya.
“Yank, aku mau menyerahkan keperawanan aku buat kamu.” Kata Jessica.
Adam tertegun.
“Bukan sekarang. Nanti, pas Valentine’s day.” Jelas Jessica.
“Aku ga tahu apa yang akan terjadi nanti. Tapi, untuk saat ini, yang aku tahu adalah kalau aku mencintai kamu. Dan, tak pernah sedetikpun aku ragu kalau kamu juga mencintai aku. Apa yang terjadi nanti, terjadilah. Saat ini, aku mau menyerahkan diri aku sepenuhnya untuk kamu. Jiwa dan raga aku. Cinta dan tubuh aku.” Lanjut Jessica.
“Tapi…” jawaban Adam terpotong oleh jari telunjuk Jessica yang menutup bibir Adam.
“Sudah aku putuskan. Please, penuhi keinginan aku ini.” Sahut Jessica sambil menatap mata Adam. Lalu diciumnya bibir Adam, dan kembali berbaring di dada Adam. Kembali menangis, hingga dia terlelap.
*****
14 Februari 2007
Pukul delapan pagi, Jessica terlihat sudah menunggu di trotoar depan komplek rumahnya. Dia sedang menunggu dijemput oleh Adam. Hari yang sudah mereka nantikan. Hari ini sengaja mereka berdua bolos dari tempat kerja. Hotel berbintang lima sudah mereka booking. Candle light dinner sudah mereka reserved. Mereka mau hari ini menjadi hari yang benar-benar spesial untuk mereka.
Jessica setengah melamun, saat ada seorang lelaki berjalan di belakang Jessica dan sebuah mini van berhenti di depannya. Pintu samping van terbuka, Jessica didorong masuk oleh lelaki tersebut. Lalu bau yang menyengat menyergap hidung Jessica dan segalanya menjadi gelap.
Mini van tersebut berjalan lagi. 100 meter di belakangnya berjalan pelan SUV silver, dengan Adam berada di balik kemudi, melihat dengan teliti trotoar yang kini kosong.
*****
Jessica membuka matanya. Dia merasa lemas sekali dan dingin. Dan disadari olehnya bahwa dia sedang terbaring di sebuah ranjang. Bugil. Dan terikat.
Tubuhnya terikat di kedua tangannya dan kakinya. Terikat ke setiap sudut ranjang, sehingga tubuhnya membentuk huruf X. Dia berusaha meronta. Tapi, ikatannya terlalu kencang.
“Sudah, ga usah berontak. Percuma juga, ikatannya kuat. Yang ada malah nanti lu kesakitan.” Suara seorang pria menyadarkan Jessica kalau dia tidak sendirian di ruangan itu. Dan dia melihat Steve duduk di sudut ruangan.
“Anjing lu, Steve! Mau apa lu?” maki Jessica.
“Happy Valentine’s day, perek! Sialan amat lu marah-marah ke gua! Lu ga punya hak buat maki-maki gua. Perek kaya lu tuh emang udah sepantasnya buat dientotin sama banyak orang. Gratis!” sahut Steve tidak kalah galak.
Sadar kalau posisinya tidak menguntungkan, Jessica berusaha memohon, “Please, Steve, lepasin gua.”
“Hah? Enak aja. Ga mungkin lah gua ngelepasin lu sebelum gua ngerasain memek lu.” Steve tersenyum mesum, sambil mulai berjalan menuju Jessica.
Terlihat jelas oleh Jessica sosok Steve yang sudah tidak memakai baju dan celana lagi. Hanya menyisakan celana dalam saja. Dan, Jessica dapat melihat tonjolan penis di balik celana dalam Steve.
“Please, Steve, jangan. Gua masih perawan. Gua mohon, jangan perkosa gua.” Air mata mulai mengalir membasahi pipi Jessica.
“Apa? Perawan? Munafik lu!” maki Steve, sambil berjalan menuju meja dan mengambil sebuah amplop. Dibukanya amplop tersebut dan dikeluarkannya sejumlah foto.
“Nih, lu lihat perbuatan mesum lu! Masih mau bilang kalau lu masih perawan? Dasar perek!” dilemparnya lembaran-lembaran foto itu ke arah Jessica. Jessica dapat melihat kalau foto-foto tersebut adalah foto-foto yang sama yang dimiliki oleh ayah tirinya. Dan, seketika itu segalanya menjadi jelas. Ayahnya lah dalang di balik ini semua.
Steve memang telah menjadi pilihan ayahnya sebagai jodoh untuknya. Ayah Steve adalah rekan kerja ayah tiri Jessica sejak mereka masih muda.
Sebenarnya bukannya Jessica tidak mencoba. Beberapa kali Jessica berkencan dengan Steve. Tapi, keangkuhan dan sikap kasar khas orang kaya yang dimiliki oleh Steve membuat Jessica tidak mau berhubungan lagi dengan Steve.
Tapi, Jessica tahu kalau Steve benar-benar mencintainya. Hal ini terbukti dari sejak saat Steve tahu kalau Jessica berpacaran dengan Adam, Steve tidak lagi mengganggunya. Bahkan dengan jantan Steve mengakui kalau dia merestui hubungannya dengan Adam, dan mendoakan kebahagiaannya.
Maka dari itu, Jessica tahu, kalau di balik ini semua pasti lah ada campur tangan provokasi dari ayah tirinya. Mengetahui hal ini membuat Jessica menjadi lemas dan putus harapan.
Diamnya Jessica diartikan lain oleh Steve. Dia menganggap kalau benar Jessica sudah tidak perawan lagi. Diamnya Jessica dianggap oleh Steve sebagai maling yang tertangkap basah.
“Cuih! Benar kan apa gua bilang, lu tuh perek. Siapa lagi aja yang udah nyobain memek lu?” hina Steve.
Steve berjalan menghampiri Jessica. Duduk di tepi ranjang dan mulai meraba-raba tubuh Jessica. Jessica memejamkan mata dan membuang muka.
“Hahaha… jangan sok jual mahal deh, Jess. Jangan sampai juga gua kesel terus main kasar sama lu.”
Jessica tetap memejamkan matanya dan air mata mulai mengalir membasahi pipinya.
Steve mulai meremas payudara Jessica. Lembut, lembut, dan perlahan mulai meremas dengan keras. Puting susu Jessica dipuntir-puntirnya. Pertama lembut. Tapi, melihat Jessica tidak bereaksi, dipuntirnya puting susu Jessica dengan keras.
“Nnggghhh….” Jessica mengaduh merasakan sakit di puting susunya. Tapi, tetap dia memejamkan mata dan membuang muka dari Steve.
“Ah, sial lu, Jess. Susah bener sih mau diajak enak aja. Langsung gua entot aja yah, udah ga tahan juga nih gua.”
Steve membuka celana dalamnya dan naik keatas ranjang. Memposisikan dirinya di antara kaki Jessica.
Menyadari hal ini, Jessica membuka matanya dan melihat kearah Steve. Untuk terakhir kalinya dia mencoba memohon. “Please, Steve, gua beneran masih perawan. Gua mohon, jangan perkosa gua. Kalau lu mau, sini biar gua sepong aja sampai lu keluar.”
“Hahaha… apa lu kata deh, Jess. Bukti udah di depan mata masih nyoba buat menyangkal. Lagipula, kalo mau disepong aja mah sama bencong juga bisa. Ini nih yang gua mau, memek lu.” Steve nyengir sambil memukul-mukulkan penisnya ke vagina Jessica. Lalu mulai mencoba melakukan penetrasi ke vagina Jessica.
Menyadari sudah tidak bisa lolos lagi, Jessica kembali memejamkan mata dan membuang muka.
Steve membasahi penisnya dengan ludah. Lalu meludahi vagina Jessica dan mengusap-usapnya. Lalu mulai melakukan penetrasi.
Dengan perlahan Steve mulai memasukan kepala penisnya membelah vagina perawan Jessica, hingga masuk sebatas kepala penis.
Tapi, meski baru masuk sedikit, bagi Jessica yang masih perawan dia sudah merasakan perih. Jessica menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit. Air matanya mengalir dengan lebih deras.
“Mana yang katanya masih perawan, gua pengen tahu juga rasanya perawan.” Kata Steve menghina Jessica. Lalu, tanpa peringatan, Steve menyodokan penisnya keras-keras ke dalam vagina Jessica.
“AAAAAHHHHHHH……” Jessica menjerit kencang dan tersentak hingga punggungnya melengkung, merasakan sakit yang luar biasa.
Steve tertegun. Ditarik penisnya keluar dari Vagina Jessica. Terlihat bercak darah di penis Steve dan di vagina Jessica.
Steve tersentak. Dia tak menyangka bahwa ternyata Jessica benar masih perawan. Terlihat sinar penyesalan di mata Steve.
Steve mendekatkan wajahnya ke wajah Jessica, lalu berbisik di kuping Jessica. “Jess, lu bener masih perawan yah? Maafin gua yah.”
Steve kembali menatap Jessica yang menangis sesengukan. Tubuh mulus Jessica. Payudara yang bulat sempurna. Tubuh yang langsing. Dan vagina yang terbuka berbecak darah, dihiasi bulu-bulu tipis. Semua telah terjadi, penyesalan tidak lah ada gunanya. Dan, Steve tetaplah seorang lelaki normal.
Kembali diposisikan penisnya di depan vagina Jessica. Kali ini dengan lembut dimasuki tubuh Jessica dengan penisnya. Dengan lembut dilakukan penetrasi ke dalam vagina Jessica hingga mentok. Lalu didiamkan sesaat penisnya, sambil diciuminya tubuh Jessica. Dihisap-hisapnya payudara Jessica, dengan harapan dapat memberikan rangsangan kepada Jessica dan meredakan sedikit rasa sakitnya.
Lalu mulai di pompa penisnya dalam vagina Jessica.
“Aahhh…” Steve mendesah merasakan rapatnya vagina Jessica. Dan penolakan Jessica malah membuat vaginanya menjadi semakin rapat dan menjepit penis Steve lebih kencang lagi.
Steve tetap memompa penisnya dengan lembut lalu semakin kencang hingga tubuh Jessica terguncang-guncang. Payudara Jessica berayun-ayun seirama dengan guncangan tubuh mereka berdua.
Steve tidak dapat menahan ejakulasinya terlalu lama. Rasa cintanya kepada Jessica dan rapatnya vagina Jessica membuatnya hanya dapat bertahan tidak lebih dari sepuluh menit.
Lalu, “Aaahhhh…. Jess….. Uughhh…..” Steve memuntahkan spermanya di dalam vagina Jessica. Terasa olehnya lima seprotan spermanya masuk membuahi rahim Jessica.
“Aaagghhh….” Jessica melenguh merasakan penis Steve memuntahkan sperma di dalam tubuhnya. Tapi, bukan desah kepuasan yang dirasakannya, apalagi kenikmatan. Sebab, tak sedetikpun Jessica menikmati perkosaan ini. Desah kepedihan lah yang dilepaskan oleh Jessica. Dan air mata semakin deras mengalir membasahi pipinya.
Steve mendiamkan penisnya di dalam vagina Jessica. Menikmati tiap detik ejakulasinya, hingga penisnya mengecil dan keluar dengan sendirinya dari vagina Jessica. Terlihat cairan merah muda, sperma bercampur darah perawan Jessica mengalir keluar dari vagina Jessica.
Steve mengambil tissue dan mengelap vagina Jessica hingga bersih. Lalu dilepaskannya ikatan Jessica.
Steve mendekati Jessica dan berbisik, “Maafin gua yah, Jess.” Lalu mengecup pipi Jessica dan berjalan keluar dari kamar.
Jessica langsung memeluk tubuhnya dan menangis sesengukan. Lalu dia terlelap dalam tidur tanpa mimpi.
*****
Jessica kembali terbangun beberapa jam kemudian. Dia melihat Steve sudah menungguinya. Dan ada sepiring nasi goreng di meja. Tiba-tiba dia merasa lapar.
“Hai,” sapa Steve. Jessica tidak menyahut.
Jessica cukup pintar untuk mengetahui satu-satunya jalan agar dia dapat lolos dari keadaan ini adalah dengan menuruti keinginan Steve. Dia bangun dari ranjang dan berjalan bugil menuju meja. Duduk lalu memakan nasi gorengnya dalam hening.
“Gua mau mandi dulu.” Kata Jessica setelah selesai menghabiskan nasi gorengnya, Jessica berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamar itu juga. Jessica menyadari kalau dia sedang berada di rumah Steve.
Keluar dari kamar mandi Steve tidak terlihat disana. Di ranjang sudah tersedia baju, seragam SMU. Dengan baju berlogo OSIS dan rok pendek abu-abu, lengkap dengan bra dan celana dalam. Dengan meringis jijik, Jessica tidak punya pilihan lain selain memakai seragam tersebut.
Tidak lama kemudian Steve masuk.
Steve memandang Jessica, “masih pantas lu make seragam SMU. Hahaha…”
“Sekarang apa mau lu?” tanya Jessica.
“Nih lu liat dulu,” jawab Steve seraya memberikan tablet kepada Jessica. Ternyata Steve ingin Jessica melihat rekaman saat dirinya sedang diperkosa oleh Steve.
“Sekarang, apa mau lu?” bisik Jessica menahan amarah.
“Pertama, gua mau lu nurut sama gua. Gua janji pasti ngelepasin lu. Kita sama-sama tau, ga mungkin gua ngurung lu lama-lama disini.” Jawab Steve. Lalu melanjutkan saat Jessica tidak memberikan respon. “Kedua, gua mau lu putus dari Adam. Kalo ga rekaman ini bakal gua kasih ke dia. Ketiga, gua mau ngentotin lu lagi. Kali ini, seperti yang udah gua bilang, lu mesti nurut sama gua. Gua mau lu berperan jadi anak SMU, budak seks gua. Dan, semua bakal gua rekam lagi. Selesai lu gua entotin sepuasnya sampe besok pagi, lu boleh pulang. Setuju?”
“Anjing! Bajingan sakit jiwa lu!” maki Jessica.
“Hahaha… jadi, oke ga nih?” sahut Steve sambil tertawa.
“Oke, buruan apa mau lu, biar bisa cepat selesai.”
Steve melemparkan kalung anjing ke arah Jessica, “nih, pake.”
Jessica terkejut, melihat ke arah Steve dengan tatapan benci, yang hanya dibalas dengan nyengiran dari Steve saja.
Jessica memakai kalung anjing tersebut. “Sekarang lu merangkak ke arah gua.” Perintah Steve, lalu duduk di bangku dan menyiapkan Hp untuk merekam aksi Jessica.
Masih dengan tatapan benci, Jessica merangkak mendekati Steve.
“Sekarang balik lagi kesana.” Perintah Steve lagi setelah Jessica mencapai bangku tempat Steve duduk.
Jessica merangkak menjauhi Steve. Hal ini membuat roknya yang pendek terangkat dan memperlihatkan celana dalam putihnya. Pemandangan yang sangat indah saat ini dilihat oleh Steve. Melihat pantat Jessica yang masih tertutup celana dalam membuat penisnya perlahan mulai menggeliat.
“Hahaha… lu pantas juga jadi anjing, Jess.” Kuping Jessica memerah, panas mendengar hinaan Steve.
“sekarang, lu terlentang, terus lu angkat kaki lu sambil lu buka celana dalam lu pelan-pelan.”
Jessica terlentang. Diangkat kakinya tinggi-tinggi lalu dengan perlahan dibuka celana dalamnya.
Tangan Steve gemetaran memegang Hp sambil merekam gambar Jessica melakukan aksinya. Penisnya sekarang sudah tegak sempurna.
“Ngangkang.” Bisik Steve memberi perintah sambil menahan birahi.
Jessica ngangkang dan Steve berjalan mendekat, mengambil gambar close up vagina Jessica. Setelah puas mengambil gambar close up vagina Jessica, Steve kembali duduk.
“Sekarang merangkak kemari, terus sepongin kontol gua.”
Jessica kembali merangkak mendekati Steve. Raut mukanya tidak lagi dapat terbaca apa yang dirasakan olehnya. Setelah mencapai Steve, dengan perlahan dibukanya celana Steve sekaligus dengan celana dalamnya.
Penis Steve langsung menyambut Jessica. Jessica langsung menghisap penis Steve. Memberikan service oralnya yang terbaik dan teknik deep throat. Dengan harapan Steve dapat cepat mencapai ejakulasi.
Dan benar, tidak sampai lima menit Steve sudah akan ejakulasi. “Ah, gila, perek lu, Jess. Enak banget sepongan lu. Udah mau ngecrot nih gua. Jangan lu buang peju gua! Isep abis, lu telen. Sebelum lu telen, kasih liat dulu peju gua di mulut lu. Ah… AAAAHHHHH…….”
Tiga kali Steve menyemprotkan spermanya di dalam mulut Jessica. Jessica membuka mulutnya yang penuh sperma Steve untuk direkam. Lalu menelan semuanya tanpa tersisa.
“Hahaha… lu emang bakat banget buat jadi perek.” Hina Steve lagi sambil nyengir.
“Sekarang lu striptease deh, sambil nunggu kontol gua ngaceng lagi.” Perintah Steve sambil menekan remote control memainkan musik dugem.
Jessica berdiri dan mundur beberapa langkah. Lalu mulai meliuk-liukan tubuhnya mengikuti irama musik. Perlahan dibuka kancing bajunya. Perlahan, satu demi satu, hingga terbuka semua. Dengan kemeja yang sudah terbuka kancingnya, menampakkan bra yang berwana putih, senada dengan celana dalamnya.
Jessica meliuk-liukan tubuh semakin hot. Kemeja yang tidak terkancing berkibar-kibar, menggoda pandangan mata Steve. Lalu Jessica membelakangi Steve dan membuka resleting roknya. Dengan perlahan diturunkan roknya, hingga terlihat pantat mulusnya.
Dengan erotis diliukkan tubuhnya naik turun. Lalu berbalik lagi, hingga terlihat belahan vagina Jessica. Masih dengan kemeja yang terbuka dan bra yang mengintip, kembali Jessica meliukkan tubuhnya. Perlahan dibuka kemejanya. Dan dilempar ke muka Steve.
Dibelakangi lagi Steve dan tangan Jessica meraih kait bra di belakang. Dibuka dan kembali dia menghadap Steve. Dengan tinggal tersisa bra di tubuhnya, yang saat ini hanya ditahan dengan tangan saja.
Lalu tiba-tiba dilepas tangannya dan jatuhlah bra itu. Menyisakan tubuh bugil yang saat ini kembali meliuk dengan sangat erotis.
Steve menyadari kalau dari tadi raut muka Jessica sangat datar dan tanpa ekspresi. Tapi, dia sama sekali tidak perduli. Bahkan setelah bugil dan meliuk erotis beberapa saat, Steve tidak lagi dapat menahan birahinya.
Cepat dihampirinya Jessica dan ditarik ke pelukannya lalu dicium bibir Jessica. Jessica kaget dan spontan menolak bibir Steve. Hal ini membuat Steve menjadi marah dan reflek menampar Jessica. Lalu dilemparkannya tubuh Jessica ke ranjang.
“Aaahh…” Jessica menjerit kaget.
Steve meraih tangan Jessica dan dipiting ke belakang, membuat posisi Jessica menjadi menungging. Dikangkangkan kaki Jessica lalu dimasukan penisnya ke vagina Jessica. Basah.
“Hahaha… Perek! Memek lu udah basah, Jess. Emang udah siap buat dientot kan lu. Hahaha…”
Aksi striptease tadi ternyata memang tanpa sadar membuat Jessica menjadi terangsang. Hingga vaginanya menjadi basah. Tapi, meskipun sudah basah, Jessica yang tidak siap tetap merasakan sakit.
“Aaahhh… sakit!” jerit Jessica.
“Udah, ga usah pura-pura lagi, nikmati aja.” Sahut Steve sambil tetap memompa vagina Jessica. Diambil Hp nya lalu direkam lagi penisnya yang sedang keluar masuk dari vagina Jessica.
“Aaahhh… enak, Jess, masih rapat,” ceracau Steve keenakan.
Sebaliknya Jessica merasa tersiksa saat ini. Dirinya kembali diperkosa.
Steve memompa vagina Jessica dengan tempo cepat. Plok plok plok, terdengar bunyi tepukan beradunya paha Steve dengan pantat Jessica. Ditepuk-tepuknya pantat Jessica hingga memerah, yang menambah rasa sakit Jessica.
“Aahhh… sakit, Steve, pelan-pelan!” jerit Jessica lagi.
Tapi, Steve tidak memperdulikan protes Jessica. Malah, dibaliknya Jessica hingga terlentang. Dan, kembali dimasukkan penisnya ke dalam vagina Jessica. Dengan kencang dan brutal. Disodoknya vagina Jessica sekencang-kencangnya, dengan harapan Jessica merasakan sakit yang lebih lagi.
Dan, memang Jessica merasakan sakit. Lebih dan lebih. Semakin kencang Steve menyodok vaginanya, semakin sakit yang dirasakannya. Tanpa disadari, air mata kembali mengalir. Air mata kesakitan dan ketidakberdayaan.
Sebaliknya Steve malah menjadi semakin terangsang. Dengan tertawa, Steve meraih payudara Jessica dan meremasnya dengan kencang. Dipuntirnya puting susu Jessica sekuat tenaga, hingga Jessica menjerit kesakitan.
“AAAAAHHHHHHHH…. SAKIT!” jerit Jessica”
“Hahahaha… rasain tuh, perek!” jerit Steve juga, sambil memompa vagina Jessica semakin kencang dan memuntir puting susu Jessica semakin kencang juga.
“AAAAAHHHHHHH!”
Steve memompa makin kencang, hingga akhirnya… “Aaaahhhhhh…. Anjing! PEREK LU, JEEESSSS!” Steve menjerit seraya kembali ejakulasi di dalam vagina Jessica. Setiap semprotan sperma yang masuk ke dalam vagina Jessica, semakin kencang juga Steve memuntir puting susu Jessica.
Jessica menjerit, “AAAAAHHHHH!” hingga akhirnya hanya gelap yang dirasanya. Jessica pingsan dengan penis Steve masih berada di dalam vaginanya.
*****
“NNNGGGHHHHH!” Jessica tersentak bangun dan berteriak. Tapi teriakan Jessica teredam oleh ball gag yang menyumpal mulutnya. Puting susunya terasa sangat sakit. Ternyata sewaktu Jessica pingsan Steve memakaikan bra yang tidak ber-cup, sehingga puting susu Jessica langsung terekspos bebas. Dan, kedua puting susunya saat ini terjepit oleh jepitan jemuran, sehingga terlihat bagaimana kedua putingnya tergencet hingga hampir gepeng.
Tapi, Vaginanya lah yang terasa sangat sakit. Ternyata terlihat Steve sedang menyodok vaginanya, dengan empat jari. Cepat dan brutal Steve menyodok Vagina Jessica, seolah ingin merobek vagina Jessica.
Jessica mencoba memberontak, tapi ternyata tangannya sudah kembali terikat. Saat itu dia melihat ke wajah Steve yang sedang nyengir ke arahnya. Lalu berkata, “ronde selanjutnya, Sayang.”
“NNNGGGGHHHHH!” Jessica hanya bisa kembali untuk mencoba menjerit.
*****
Steve menepati janjinya. Setelah semalaman puas menikmati tubuh Jessica, dia dibiarkan pulang. Tapi, Jessica tidak pulang ke rumahnya. Jessica menelepon ibunya. Memohon maaf telah menjadi anak yang tidak berbakti, dan memohon restu untuk pergi. Lalu, dia menghilang setelah sebelumnya mengirimkan dua pucuk surat.
Surat untuk ayah tirinya berisi ucapan penuh dendam dan janji pembalasan kelak.
Surat untuk Adam berisi sebuah puisi dan dua baris kalimat,
Ketika Cinta Berselimut Duka
Kala pagi menyambut mentari
Sejuta asa menyapa sang hari
Sejuta impian akan kuramu
Untuk cintaku dan cintamu
Kala langit siang tertutup awan kelabu
Sejuta asa terasa semakin menyemu
Tetap kucoba untuk terus melaju
Demi cintaku dan cintamu
Kala senja mulai menangis
Sejuta asa tak dapat lagi kukais
Cintaku dan cintamu
Hanya sebuah kenangan yang semu
Ketika cinta berselimut duka
Biarkanlah kupergi dan berduka
Adam, maafkanlah aku.
Aku akan selalu mencintaimu.
-Jessica-
17 Februari 2007
*****
14 Februari 2015
Wanita itu menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Masih mengawasi anaknya bermain di taman, pikirannya mulai melayang. Entah mengapa akhir-akhir ini bayangan masa lalu yang ingin disingkirkannya kembali menghantui. Digelengkan kepalanya, seolah mencoba menghapus bayangan yang ada di kepalanya. Saat tiba-tiba dia mendengar suara itu di belakangnya.
“Kala senja mulai menangis, sejuta asa akan kubungkus dalam kalbu, walau hanya serpihan tetap ‘kan kukais, demi cintaku dan cintamu. Saat cinta berselimut asa, kumohon jangan pergi dan dalam harap kau ‘kan kudekap.”
Wanita itu tersentak dan berbalik. Dilihatnya Adam disana. Menatapnya. Masih dengan tatapan yang sama, tatapan yang dipenuhi oleh cinta. Air mata mulai mengalir di pipi Jessica.
Jessica membalikkan badannya dan berniat pergi menjauh. Tapi, Adam dengan sigap meraih lengan Jessica dan memaksanya berbalik menghadap dirinya.
“Jess, tunggu, dengarkan aku dulu. Delapan tahun aku mencoba mencari kamu, tolong dengarkan aku sebentar.” Adam memohon kepada Jessica.
Tidak memberikan kesempatan Jessica untuk menjawab, Adam melanjutkan, “aku sudah tahu semuanya. Steve sudah menceritakan semuanya. Dan, aku mencari kamu sudah delapan tahun, Jess. Tiap kota aku telusuri untuk mencari kamu.”
Jessica tidak dapat berkata apa-apa. Dia hanya bisa menatap Adam dengan air mata yang mengalir semakin deras.
“Jess, hapus dulu air mata kamu. Yang mana anak kamu, kita cari tempat untuk bicara.”
Jessica mencoba menguatkan diri. Dihapus air matanya, lalu dijemput anaknya. Diajak Adam ke restoran langganannya, yang kebetulan ada tempat bermain anaknya, sehingga dia dapat berbicara leluasa dengan Adam.
Setelah memesan minum, Adam mulai berbicara, “aku senang kamu baik-baik saja, Jess. Aku khawatir sekali. Setiap saat aku berdoa agar dapat menemukan kamu. Tiap saat aku berdoa agar kamu baik-baik saja.”
Jessica tidak dapat berkata apa-apa. Hanya air matanya saja yang terus mengalir, seolah menjawab perasaan hatinya saat itu.
Jessica diam saat Adam bercerita bagaimana ayah tirinya meninggal tidak lama setelah Jessica menghilang. Ayah tirinya menemui Adam dan meminta tolong untuk dapat menemukan Jessica. Ayah tirinya begitu menyesal atas perbuatannya kepada Jessica. Pada akhirnya dia meninggal karena serangan jantung.
Jessica membisu saat mendengar bahwa Steve pun menyesal. Steve datang kepada Adam dan menceritakan semuanya. Steve tetap diam saat Adam memukulinya hingga Steve harus masuk rumah sakit dan dirawat selamat dua minggu. Pada akhirnya Steve pergi meninggalkan Indonesia untuk melarikan diri dari perasaan bersalah.
Air mata Jessica mengalir semakin deras saat dia mendengar bahwa ibunya juga telah meninggal. Baru dua tahun yang lalu ibunya meninggal. Meninggal dalam tidurnya. Tanpa sakit, tanpa derita.
“Dan sekarang aku sudah menemukan kamu, Jess. Jangan pergi lagi. Aku mencintai kamu. Dan akan selalu mencintai kamu, apapun yang terjadi.”
Jessica tetap tidak dapat berkata apa-apa, selain berdiri, memeluk Adam, dan membenamkan wajahnya di dada Adam untuk menangis dan menangis.
*****
April 2016
Jessica menatap matahari tenggelam dari tepi pantai. Dipejamkan matanya, merasakan hangatnya sinar mentari dan semilir angin pantai.
“Mama, Mama, aku dibeliin es krim sama Papa.” Anak kecil lucu itu berlari-lari di pasir menghampiri sang ibu.
Jessica tersenyum melihat Maryam berlari-lari diikuti oleh Adam.
“Maryam makin hari makin pinter aja, Jess. Tadi dia minta dibeliin dua es krim. Ternyata satunya mau dikasih ke anak pengemis yang di ujung sana. Baik banget hatinya.” Kata Adam seraya memeluk Jessica sambil memperhatikan Maryam bermain air.
“Iya, Yank. Mama pasti bangga banget kalo bisa liat Maryam saat ini. Sayang yang bisa aku baktikan untuk mama hanya namanya saja yang sama dengan anak itu.” Sahut Jessica sambil balas memeluk Adam dengan erat.
JUDI TEXAS POKER QQ ONLINE Taruhan Judi Poker Online Judi Poker Online
Share this video :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. hsgfhafg - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger